Senin, 30 November 2015

Ms. Powerpoint , Scanner dan Ms. Acces

Microsoft Office PowerPoint 2007 

 

1.Pengertian Microsoft PowerPoint
Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu dalam menyusun
sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah.
2.Manfaat Microsoft PowerPoint
Manfaat Microsoft PowerPoint dalam presentasi adalah sebagai berikut:
-materi yang disampaikan menjadi lebih menarik
-materi yang disampaikan mudah di mengerti
-materi yang disampaikan jelas
-membantu dalam pembuatan
slide, outline presentasi, presentasi elektronika, menampilkan slide yang dinamis,
termasuk clip art yang menarik, yang semuanya itu mudah ditampilkan di layar
monitor komputer.
3.Cara membuat slide PowerPoint
1. New Blank Presentation
Langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam membuat slide :
a) Membuat text
1) Membuat judul
Klik pada tulisan “Click to add title” lalu ketikkan judul presentasi
2) Membuat textbox pada click to add text
_ Klik icon
_ Klik pada bagian dari slide yang ingin ditambahkan tulisan
3) Menggunakan Bullet and Numbering
_ Klik area textbox yang ingin menggunakan Bullet and
Numbering lalu klik Format > Bullets and Numbering > pilih
yang akan digunakan
_ Bila telah selesai maka klik di luar area textbox
4) Membuat WordArt
_ Klik Insert > Picture > WordArt atau cari icon Insert WordArt
pada Drawing Toolbar
_ Pilih 1 model kemudian klik OK
_ Muncul kotak dialog seperti gambar 3 di bawah ini, lalu ketikkan tulisan yang diinginkan lalu klik OK
b) Menampilkan gambar
1) Klik Insert > Picture lalu pilih Clip Art bila gambar yang ingin
digunakan adalah gambar yang disediakan oleh Microsoft Office atau
pilih From File bila ingin menggunakan gambar koleksi pribadi
(untuk memilih akan muncul kotak dialog open kemudian cari lokasi
filenya sampai ditemukan filenya)
2) Atur sesuai keinginan lalu klik di bagian lain slide yang tidak ada
gambar tersebut
c) Memberikan Background
1) Klik kanan pada bagian slide yang kosong
2) Pilih Background
3) Muncul kotak dialog
_ Pilih More Colors dengan menklik drop down untuk mengatur
warna yang diinginkan
_ Pilih Fill Effect dengan menklik drop down untuk mengatur efek
yang diinginkan dengan memilih pola gradient/texture/pattern
yang diinginkan
4) Pilih Apply untuk memberi background pada 1 lembar slide yang
sedang dipilih itu saja atau Apply to All untuk memberi background
pada seluruh slide
d) Menambah Slide Presentasi
1) Klik icon pada formatting toolbar
2) Pilih salah satu tipe slide yang diinginkan
e) Menghapus Slide Presentasi
1) Pilih Slide yang akan dihapus dengan cara mengklik slide tersebut
pada Outline Slide
2) Tekan Delete pada Keyboard
f) Memberi Animasi
1) Klik kanan text atau objeknya
2) Klik Custom Animation
3) Pilih effects untuk memberikan animasi pada text atau objek yang diinginkan
g) Menambahkan Slide Transition
1) Klik bagian slide di luar textbox lalu klik kanan pilih Slide Transition
atau klik Slide Show pada Menu Bar lalu pilih Slide Transition
2) Lalu pilih jenis yang diinginkan pada tiap slide
3) Sesuaikan komponen lainnya seperti pada pemberian animasi
h) Membuat tabel
1) Klik Insert pada Menu Bar lalu pilih table
2) Isikan jumlah baris dan kolom tabel yang akan dibuat pada kotak dialog yang muncul
3) Untuk melakukan pengesetan lebih lanjut terhadap tabel yang ada
dapat dilakukan dengan men-“double click” tabel tersebut atau
mengklik kanan pada bagian garis tabel tersebut dan memilik
“Borders and Fill”
i) Membuat diagram
1) Klik Insert pada Menu Bar lalu pilih chart
2) Secara otomatis akan nampak tampilan
3) Perubahan terhadap nama, jumlah, maupun data-data lain hanya
dengan mengganti isi dari tabel pada Datasheet tersebut dan secara
otomatis diagramnya akan ikut berubah mengikuti data pada tabel
Datasheet
4) Bila sudah selesai klik di luar area Datasheet maka akan diperoleh
grafik yang diinginkan (untuk mengeditnya kembali dapat dilakukan
dengan me-“double click” diagram tersebut)
5) Untuk melakukan pengaturan lainnya dapat dilakukan dengan mengklik
kanan bagian-bagian diagram sehingga tampilannya akan dapat
disesuaikan sesuai keinginan
_ 3D View (untuk mengatur posisi chart secara keseluruhan)
_ Chart Type (untuk mengatur jenis diagram yang
diinginkan)
_ Chart Option (untuk pemberian nama sumbu, legenda,
label)
j) Menambahkan file video
1) Klik Insert pada Menu Bar lalu klik Movies and Sounds lalu pilih
yang diinginkan
2) Setelah memilih file maka akan keluar kotak dialog apakah ingin
movie langsung dijalankan atau harus di klik terlebih dahulu maka
pilihlah sesuai kebutuhan
k) Membuat Hyperlink
1) Klik kanan bagian yang ingin di Hyperlink lalu pilih Hyperlink
2) Isikan alamat tujuan yang ingin dituju
l) Menampilkan Slide (Slide Show)
1) Klik icon Slide Show
2) Hasil slide-slide yang telah dibuat akan ditampilkan sesuai dengan
apa yang telah diatur
3) Untuk keluar dari Slide Show tekan End Show
4.Menu Dalam Microsoft Office PowerPoint
_ Menu Bar : Daftar menu yang masing-masing terdiri dari beberapa perintah
_ Standart Toolbar : Tools untuk menangani file, menyisipkan objek baik
gambar atau grafik
_ Formatting Toolbar : Tools yang terdiri dari item yang berhubungan
dengan pengaturan huruf atau tulisan
Slide Sorter View : Menampilkan keseluruhan slide di layar kerja dalam
bentuk ukuran kecil
_ Slide Show : Menampilkan tayangan sebuah slide
_ Drawing Toolbar : Tolls yang terdiri dari item yang berhubungan dengan
pembuatan ataupun pengaturan gambar
B. Manipulasi Teks dan Gambar
1. Draw : Mempermudah penempatan dan pengorganisasian objek,
misalnya dalam melakukan grouping, ordering, rotate, text
wrapping, dll
2. Select Object : Melakukan pilihan terhadap obyek tertentu
3. AutoShapes : Menyediakan berbagai macam pilihan bentuk yang dapat
mendukung penyajian presentasi seperti callouts, basic
shape, lines,stars and banners, dl
4. Line : Menggambar garis
5. Arrow : Menggambar tanda panah
6. Rectangle : Menggambar bentuk persegi
7. Oval : Menggambar bentuk oval atau lingkaran
8. Text Box : Membuat serangkaian text
9. Word Art : Membuat efek-efek text yang menarik baik dalam bentuk
2D maupun 3D
10. Insert Clip Art :Menambahkan gambar ke dalam materi presentasi yang
sedang dipersiapkan, baik berasal dari default Powerpoint
maupun dari file yang kita punya
11. Fill Color : Memberikan pewarnaan terhadap suatu objek tertentu
12. Line Color : Memberikan pewarnaan terhadap garis tepi dari suatu
objek
13. Font Color : Memberikan pewarnaan terhadap text yang diseleksi
14. Line Style : Memberikan pilihan ketebalan (dalam ukuran point)
terhadap model garis yang dipakai
15. Dash Style : Memberikan pilihan terhadap mode garis yang dipakai
16. Arrow Style : Memberikan pilihan terhadap mode arrow yang dipakai
17. Shadow : Memberikan efek bayangan pada objek yang diseleksi (tidak untuk text)
18. 3-D : Memberikan efek 3 dimensi pada objek yang diseleksi
(tidak untuk text)

                                                                   SCANNER

Suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat diubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar. Scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu, digunakan untuk mengambil citra cetakan (gambar, foto, tulisan) untuk diolah atau ditampilkan melalui komputer. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan komputer sebagai data digital. Data yang telah diambil dengan scanner itu , bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer. Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
Fungsi Scanner adalah membaca, merekam dan mengambil informasi suatu benda baik 2D atau 3D dan menghimpunnya untuk anda dengan berbentuk gambar. Begitu juga dengan Fungsi Scanner Komputer. Berbeda dengan Printer, Scanner hanya bisa mengambil informasi gambar dan menampilkan pada Komputer dan bisa diambil dalam bentuk file data. Jadi jika anda memasukkan foto maka akan menghasilkan foto itu sendiri dalam bentuk digital (gambar dalam komputer), dan jika anda memasukkan benda maka akan menghasilkan gambar itu sendiri.
Macam-macam Scanner terbagi menjadi 2 :
1.                Hand-held Scanner.
 Scanner yang cara penggunaannya memakai tangan untuk menscan objek, scanner ini biasanya dipakai pada supermarket yang ada di kasirnya saat pembayaran barang.
2.                Plated Bed Scanner
Scanner yang penggunaannya dengan cara meletakkan objek yang akan discan diantara lensa dan cover. Jenis scanner ini banyak di pakai di kantor.

Terdapat beberapa jenis scanner berdasarkan kegunaan dan cara kerjanya, antara lain:
1.    Scanner gambar
2.    Scanner barcode
3.    Scanner sinar-X
4.    Scanner cek
5.    Scanner logam
6.    Scanner Optical Mark Reader (OMR)
7.    Scanner 3 Dimensi
Di antara jenis-jenis scanner tersebut, scanner gambar adalah yang paling sering disebut sebagai scanner. Seperti halnya pada scanner OMR, scanner gambar juga dapat digunakan sebagai scanner Lembar Jawaban Komputer (LJK). Agar hal tersebut dapat tercapai, dibutuhkan perangkat lunak dengan teknologi Digital Mark Reader (DMR).
Jenis – jenis Scanner Berdasarkan Manfaat Dan Cara Penggunaannya:
1.                Flat bed
Jenis ini banyak ditemui karena harga yang relative murah dan cocok untuk pemakaian pribadi. Scanner ini berbentuk persegi panjang, memiliki papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Cara pengoperasiannya diletakkan secara mendatar.
Pada scanner gambar Flatbed, kertas diletakkan di atas kaca scanner, kemudian lampu dan sensor scanner akan bergerak menyusuri kertas tersebut untuk memperoleh gambarnya.
2.                Handheld
Jenis ini membutuhkan keterampilan yang lebih dari penggunanya. Pengguna dengan tangannya akan menggerakan scanner ini di atas gambar yang akan dibacanya. Karena proses pembacaan data oleh scanner sangat sensitif, maka gambar yang dihasilkan kualitasnya kurang baik, akibat kecepatan gerakan yang tidak rata. Umumnya scanner jenis ini bersifat monochrome, atau tepatnya hanya dapat menghasilkan warna hitam putih saja.
3.                Automatic Document Feeder
 Jenis ini memiliki kelebihan kemudahan dalam penggunaan. Kita dapat meletakkan gambar-gambar yang akan dibaca, selanjutnya alat ini secara otomatis akan mengambil sendiri gambar-gambar tersebut dan membacanya, untuk selanjutnya disimpan sebagai file digital. Harganya sudah tentu lebih mahal dibanding jenis flat bed. Jenis ini memang cocok untuk perkantoran yang memiliki banyak gambar yang akan di-scan.
Pada scanner gambar Automatic Document Feeder (ADF), kertas diletakkan pada baki/tray, lalu satu per satu kertas akan dimasukkan oleh bagian mekanik scanner dengan adanya pad assy dan roller. Pada saat kertas bergerak di atas lampu scanner sensor scanner bekerja untuk memperoleh gambar yang merepresentasikan kertas tersebut.
4.                Scanner Drum
 Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan . Jenis ini menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini menghasilkan kualitas yang lebih baik di banding jenis lainnya. Namun karena harganya relatif mahal, maka jenis ini sudah tidak banyak digunakan. Banyak orang beralih menggunakan jenis flatbed berkualitas tinggi. Tetapi jenis ini masih tetap digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas yang baik, seperti museum atau seniman yang akan menyimpan hasil kerja seninya.
Untuk koneksi antara komputer dan scanner, bisa menggunakan beberapa interface seperti :
1. Parrarel.
2. GPIB (General Purpose Interface Bus).
3. SCSI (Small Computer System Interface).
4. USB (Universal Serial Bus).
5. Fireware.
Komponen-Komponen Pada Scanner
Komponen-komponen yang dimaksud adalah komponen-komponen pada scanner flatbed.
1.      Alas kaca
Alas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
2.      Sumber Cahaya
Sumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
3.      Sensor sinal pantulan
Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
4.      Motor Stepper dan pita  bergerigi
Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
5.      Penutup
Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.
Cara Menggunakan Scanner
1.      Pastikan scaner dan komputer dalam kondisi nyala dan terhubung.
2.      Persiapkan dokumen atau gambar yang akan discan.
3.      Buka penutup scaner.
4.      Letakkan dokumen atau gambar pada scaner kemudian tutup kembali scaner.
5.      Pada komputer buka program pengolah foto. Start menu-All Program-photoshop dan jika menggunakan Microtek buka softeware Microtek scan wizard 5 (Start menu-All Program-Microtek-Microtek scan wizard 5).
6.      Untuk sofware Microtek klik preview kemudian sesuaikan hasil scan.
7.      Untuk photoshop klik file-import-Microtek. Jika menggunakan   f380 All in one klik file-import-F300 twain kemudian klik preview untuk melihat preview, sesuaikan hasil scan.
8.      Untuk Microtek klik scan tunggu beberapa saat maka akan meminta informasi untuk menyimpan. Simpan hasil ditempat yang diinginkan.
9.      Untuk photoshop ketika anda klik scan maka secara otomatis hasil akan tampil dilayar photoshop anda dapat melakukan edit untuk kemudian disimpan.
10.  Proses scan selesai
Omnipage Pro 16 Portable.

Omnipage adalah salah satu aplikasi OCR yaitu program yang bisa mengkonversi tulisan hasil scan menjadi tulisan yang bisa kita edit di program pengolah kata seperti Microsoft Word atau Notepad (definisi kasarnya seperti itu). Jadi kita ga per repot-repotngetik lagi bukan? Dengan hasil scanning yang semakin semakin baik kini hadir dalam bentuk portable.
Men- Setting Scanner dengan Mode OCR      
OCR (Optical Character Recognition). Teknologi untuk mengubah image suatu dokumen hasil scan menjadi bentuk teks (misalnya ke dalam kode ASCII),yang dapat diedit dengan aplikasi pengolah .
Langkah- langkah men-setting scanner dengan program OCR:
1.       Klik start > program>scansoft omnipage pro 11.
2.       Tempatkan dokumen yang akan di-scan dengan posisi gokumen menghadap ke lensa dan diposisikan sudut kanan atas permukaan mesin scanner, pastikan bahwa mesin scanner dalam kondisi ‘on’.
3.       Klik menu Process- Process Setting
4.       Hilangkan tanda cek (v) dari: Automatically Proofread in OCR
5.       Klik OK
Ketika file laporan yang ada di desket rusak, sehingga tidak dapat diakses. Kita lupa menyimpannya di harddisk dan tidak punya backup data.
Untungnya kita sudah punya print out-nya dan ingin mengedit kembali karena laporan yang kita buat isinya belum lengkap dan ada beberapa hasil ketikan yang salah. Kita juga ingin laporan tersebut dalam bentuk disket, sehingga praktis membawanya dan mudah mempresentasikannya dengan klien.
Di bawah ini adalah cara untuk menampilkan program OCR:
1.                Dengan program simple OCR
Klik start-program –simple OCR
Selain menggunakan software OCR bagi pengguna Office 2002(XP) ke atas dapat menggunakan aplikasi microsoft office document scanning. Untuk memulai menggunakannya pada OS Windown XP adalah klik start- all program- microsoft office tools- lalu pilih microsoft office document scanning.
2.                Dengan program omnipage
-Hidupkan scanner
-Klik start > program >scansoft omnipage pro 11.0 > omnipage pro 11.0
-Tempatkan dokumen yang akan di-scan dengan posisi dokumen menghadap ke lensa dan diposisikan  sudut kanan atas permukaan mesin scanner, pastikan bahwa mesin scanner dalam kondisi ‘on’
-Klik start
Mengoperasikan Program Omnipage Pro
  
Lngkah- langkah untuk mengoperasikan program Omnipage Pro adalah sebagai berikut:
1.Hidupkan scanner
2.Buka program Omnipage Pro dengan cara klik start> all programs> caere applications>[ Omnipage Pro].
3. Langkah selanjutnya siapkan dokumen yang ingin di-scan, masukkan ke dalam perangkat scanner. Pastikan dokumen yang di-scan termasuk bersih, tidak kotor dan buram. Hiruf tulisan diusahakan hitam dengan putih serta menggunakan font standar ( times, arial dan sebagainya),dengan ukuran sekitar 12 poin atau lebih. Pilih icon scan image, lalu klik scan.
4. Selanjutnya klik icon OCR and Proof
5. Tunggu hingga terjadi proses recognizing
6. Sekarang kita dapat mengedit teks tersebut, karewna teks hasil scan tidak seratus persen bersih sepertidokumen asliny, kadang ada beberapa kata yang salah.
Menyimpan Halaman yang di- scan
Setelah selesai mmbaca proof semua halaman yang di-scan, Omnipage  akan menimpan file halaman yang telah di-scan:
1.       Tulis nama file pada kolom file name
2.       Pilih format penyimpanan file yang diinginkan  pada pop- up Save as type, umumnya file disimpan dalam format” doc”.
3.       Temukan sebuah lokasi untuk menyimpan file tersebut dengan cara menelusuri pop-up save
4.       Klik OK
Cetak Hasil Scanning
Setelah teks selesai di-scan  dan diedit menggunakan Microsoft word sesuai denagan yang dibutuhkan, maka selanjutnya dokumen dicetak langkah- langkahnya adalah:
1.       Tekan Ctrl+p atau klik file print
2.       2. Pilih printer yang sesuai
3.       Masukkan halaman yang akan di print pada kolom pages atau bila ingin dicetak seluruh halaman maka pilih all pada radio button.
4.       Print  


materi microsoft access 

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2007. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.
Sejarah
Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.
Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.
Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman
BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).
Versi
Tanggal    Nama versi    Nomor versi    Sistem operasi yang didukung    Versi Microsoft Office
1992    Microsoft Access 1.1    1    Microsoft Windows    T/A
1993    Microsoft Access 2.0    2    Microsoft Windows    Microsoft Office 4.3 Professional
1995    Microsoft Access for Windows 95    7    Microsoft Windows 95 dan Windows NT 3.51    Microsoft Office 95 Professional
1997    Microsoft Access 97    8    Microsoft Windows 95/98 dan Windows NT 3.51/NT 4.0    Microsoft Office 97 Professional
1999    Microsoft Access 2000    9    Microsoft Windows 98/Me, Windows NT 4.0/2000    Microsoft Office 2000 Premium dan Office 2000 Professional
2001    Microsoft Access 2002    10    Microsoft Windows 98/Me, Windows NT/2000/XP    Microsoft Office XP Professional
2003    Microsoft Access 2003    11    Microsoft Windows 2000 (Service Pack 3 ke atas)/XP (Service Pack 1 ke atas)/Server 2003    Microsoft Office System 2003
2007    Microsoft Office Access 2007    12    Microsoft Windows XP (Service Pack 2)/Server 2003/Vista/Server 2008 (Beta 2 ke atas)    Microsoft Office System 2007
Penggunaan
Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.
Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.
Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk
menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.
Fitur
Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.
Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.
Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.
Pengembangan dengan Access
Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.
Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.
Mandatory Access Control pada Sistem Data Base
Kemajuan dunia internet membuat dunia usaha sekarang ini mempunyai media baru dakam menjalankan bisnis. E-Commerce adalah sebuah cara menjalankan bisnis dengan bantuan dunia elektronik khususnya dunia internet. Proses bisnis tradisional yang lebih banyak menggunakan kertas mulai ditinggalkan banyak organisasi.
Dengan menggunakan internet dan komputer maka sumber daya manusia, kecepatan, pembuatan keputusan, database dapat ditingkatkan. Data base merupakan aplikasi yang hampir pasti digunakan pada setiap organisasi. Database terdahulu yang masih menggunakan kertas sekarang telah berubah dengan adanya komputer. Dari segi volume, manajemen data, kecepatan pencarian data akan lebih baik.
Aspek keamanan dari database menjadi pemikiran utama dari banyak organisasi. Kebutuhan keamanan database menjadi penting karena nilai dari data yang disimpan sangat berharga bagi organisasi tersebut. Tidak semua data mempunyai nilai yang sama. Setiap bagian data mempunyai kepentingan dan nilai yang berbeda pula.
Untuk itu diperlukan suatu metode pengaturan/ manajemen dari keamanan data. Hal ini penting karena untuk data dengan jumlah dan jenis yang besar diperlukan manajemen data yang baik. Untuk data dengan kapasitas volume data yang relatif kecil mungkin cukup dengan cara administrasi tunggal, dengan kata lain semua privelege dari data yang disimpan diatur oleh seorang adminstrator.
Masalah akan muncul jika volume data berkembang menjadi sangat besar, maka manajemen dari data tersebut tidak cukup diatur oleh seorang administrator saja. Diperlukan suatu teknik yang dapat mengakomodasi masalah ini. Discretory Access Control (DAC) dan Mandatory Access Control ada dua jenis teknik yang digunakan untuk mengatur acces control dari sebuah objek, dalam hal ini adalah database system.
II. Role Base Security
Role-base security adalah suatu teknik access control yang mempunyai banyak jenis hak akses pada objek, setiap jenis hak akses mempunyai kemampuan atau hak yang berbeda beda. Dengan cara ini maka dapat diatur sebuah skema untuk mengakses suatu obyek berdasarkan tingkat kepentingan. Seseorang dengan hak akses hanya melihat(read), maka ia tidak dapat melakukan apapun terhadap obyek tersebut, termasuk, mengubah, menghapus, dll. Dengan cara role-base ini maka privelege dari suatu obyek dapat diatur dengan mudah selain itu perubahan dari hak akses dapat dilakukan jika ada perubahan di kemudian hari.
III. Mandatory Access Control
Mandatory Access Control adalah sebuah teknik yang diimplementasikan oleh role-base security.  Pada MAC akses dari object (dalam hal ini database) diciptakan oeh subyek (pemakai/pembuat).
Access Control dapat diartikan juga sebagai security dengan jalan membatasi akses subyek terhadap obyek. Subyek harus diberikan hak akses secara jelas tetang operasi apa saja yang
mungkin dilakukan. Selain itu juga harus ditentukan syarat (requirement) apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mengakses obyek. Sistem yang mengimplementasikan MAC memerlukan label untuk setiap obyek dan subyek, label ini berguna sebagai identitas dari masing-masing subyek dan obyek.
Keuntungan utama dari implementasi Mandatory Access Cotrol adalah dapat menahan Trojan Horse, sebuah code/program tersembunyi yang berusaha merusak/memanfaatkn obyek tanpa harus mempunyai hak akses terhadap objek. [2]
Ada beberapa definisi yang perlu kita ketahui untuk pemahaman MAC ini:
Obyek        :  Entitas pasif, menyimpan informasi
Subyek    :  Entitas aktif, memanipulasi informasi
Label        :  Indentifikasi dari kerahasiaan object
Clearance    :  Menentukan kelas/bagaian yang paling rahasia untuk subyek
Permission    :  Menentukan operasi apa saja yang dapat dilakukan obyek  terhadap subyek seperti,  read, write, append, execute
Untuk dapat mengimplementasikan MAC memerlukan security yang baik dari operating sistem. Fakta yang ada adalah operating sistem yang ada sekarang belum cukup untuk implemtasi MAC [3]. Konsekuensinya adalah masih ada vulnerabilitis dari sistem ini. Sistem security sistem operasi yang ada sekarang adalah masih berdasarkan pencocokan password(indentitas user) dan ownership dengan mengabaikan faktor security lainnya. Konsep inilah yang dipakai oleh DAC (Discretory Access Control). DAC tidak memasukkan faktor fungsi dari program, sensitifitas dan integritas dari obyek. DAC tidak mempunyai fungsi untuk mengetahui integriutas dari program yang memakai obyek tersebut. Setiap program yang digunakan oleh subyek yang mempunyai privileged terhadap obyek dapat digunakan untuk mengubah obyek(data).
MAC dapat menutupi vulnerabilities(kelemahan) yang terdapat dari metoda DAC. Keputusan MAC adalah berdasarkan dari label obyek yang berisi berbagai informasi kemanan yang relevan. Sistem policy dari MAC ditentukan dari System security policy Administrator, dan kebijakan subyek(proses) dan obyek(files, socket, network interfaces).
Metode MAC ini tentu tidak bisa memuaskan semua pihak, maka MAC dikembangkan oleh berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Salah satu pihak yang mengembangkan MAC adalah National Security Agency (NSA) dan Secure Computing Coorporation (SCC). Kedua pihak ini melakukan riset dengan tujuan untuk mendapatkan sistem security yang fleksibel. Tujuan ini dapat tercapai dengan jalan memisahkan security policy logic dari enforcement mechanism.
NSA berhasil menciptakan Security-Enhanced Linux(SELinux). Dengan adanya istem ini maka sistem security diintegrasikan dengan sistem operasi linux. Sistem ini juga telah digunakan  pada subsytem dari kernel linux.
Dua tipe dasar dari access control adalah
1.    Memeriksa apa yang dinyatakan seseorang (pencocokan password dengan database)
2.    Memeriksa sesuatu dengan bukti yang tidak bisa diubah/ permanen(IP Address)
Sedangkan ada verifikasi mempunyai tiga jenis metoda:
1.    What you have
2.    What you know, atau
3.    What you are
Atau dapat juga verifikasi yang menggunakan gabungan dari meotde diatas. Sebagai contoh “what you have” pada bidang non-computer adalah mempunyai anak kunci dan kunci. Orang yang bisa masuk hanya yang memiliki kunci saja. Metode “what you know” adalah semacam pencocokkan password dengan data pada database.Contoh dari metode “what you are” adalah investigasi pada dunia kriminal dengan menggunakan bukti DNA.
Kombinasi dari metode di atas akan mengghasilnkan tingkat keamanan yang lebih baik. Misalnya pada kartu ATM. Seseorang yang inign mengambil uang harus memiliki kartu ATM, selain itu ia juga harus mengetahui PIN dari kartu/ account tersebut.


sumber: http://jihuygyt.blogspot.co.id/2013/03/artikel-tentang-microsoft-office.html 
              http://adi-wigunakomang.blogspot.co.id/2014/10/makalah-scanner-dan-ocr.html 
              http://yogananta-smiling.blogspot.co.id/p/materi-microsoft-access.html

1 komentar:

  1. What is the best crypto casino? - JTM Hub
    The 순천 출장샵 best crypto 여주 출장안마 casino is one that 아산 출장안마 focuses on cryptocurrency. You will get a real-money 경기도 출장마사지 casino game on top of the welcome bonus and you 하남 출장샵 can play

    BalasHapus